Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Budaya Hidup Sehat

Hidup sehat adalah impian setiap manusia. Namun tidak semua manusia berperilaku hidup sehat, baik terkait faktor pendidikan maupun terkait oleh faktor budaya suatu masyarakat. Kebiasaan yang tidak sehat antara lain melewatkan sarapan pagi, kurang gerak sampai dengan kurang minum air putih. Apalagi gaya hidup di kalangan seniman kurang mencerminkan cara hidup sehat, seperti yang ditunjukkan penyanyi legendaris, Mbah Surip (alm) yang lebih banyak minum kopi daripada minum air putih.
Setiap manusia lahir dengan kebiasaan baik yang dapat dipelajari seiring dengan bertambahnya usia saat tumbuh dewasa. Kebiasaan buruk yang berasal dari lingkungan dapat diganti dengan kebiasaan yang lebih baik pada usia dewasa. Diperlukan pengulangan sekitar 20 hingga 30 kali untuk bisa menjadi kebiasaan baru. Dengan demikian, kebiasaan buruk yang tidak sehat dapat dibiasakan melalui pengulangan-pengulangan agar berubah menjadi kebiasaan baik: Budaya Hidup Sehat.
Kebiasaan hidup sehat yang paling murah adalah gerak badan. Badan yang digerakkan secara teratur sangat berguna untuk kesehatan tubuh dan kesegaran jasmani. Tubuh yang jarang digerakkan secara teratur bisa menimbulkan gangguan kesehatan, hingga dapat menimbulkan penyakit tertentu. Gerak badan yang teratur berguna bagi kelenturan otot-otot tubuh, perbaikan otot-otot usus agar menghilangkan sembelit, paru-paru menjadi sehat sehingga dapat melakukan fungsinya dengan baik pada pernafasan, pembakaran hidrat arang dan lemak dengan baik sehingga nafsu makan menjadi baik dan pengeluaran kotoran tidak terhambat, serta perkembangan dan pertumbuhan bagian-bagian badan yang harmonis.
Selain gerak badan, kegiatan yang murah untuk hidup sehat adalah istirahat. Dengan beristirahat maka akan mengurangi aktifitas otot, meringankan ketegangan pikiran bahkan menenteramkan rohani seseorang. Ada berbagai macam kegiatan istirahat seperti tiduran/berbaring, menonton televisi, mendengarkan radio, membaca buku bacaan ringan, dan berbincang santai dengan teman. Gunanya beristirahat adalah memberi kesempatan pada tubuh membentuk kekuatan baru, memperpanjang umur sel-sel tubuh, dan menambah kesegaran. Lamanya waktu istirahat dapat disesuaikan dengan waktu kerja sekitar 15 menit hingga 60 menit.
Diantara kebiasaan hidup sehat yang paling gampang adalah mengkonsumsi air putih secukupnya. Setiap hari manusia kehilangan 1,5 liter air melalui kulit, paru-paru dan ginjal. Kehilangan air dalam tubuh harus digantikan dengan jumlah yang cukup agar tubuh terhindar dari rasa lelah, kulit kusam, sakit kepala dan bad mood. Apalagi bagi seorang seniman, situasi bad mood dapat menjadi malapetaka karena tidak bisa menunjukkan kreatifitas berkarya dan mengurangi produktifitas hasil seni.
Kebiasaan hidup sehat lainnya yang ringan adalah sarapan pagi rutin setiap hari. Sarapan pagi yang terlewatkan akan mempengaruhi produktifitas kerja. Sarapan sehat dapat berupa makanan ringan yang memenuhi cukup gizi, seperti segelas susu atau jus buah. Bagi seorang seniman, biasanya lebih gandrung dengan makanan siap saji. Maka pilihannya adalah makanan yang kaya gizi dan rendah lemak.
Makan siang yang cukup gizi adalah kebiasaan hidup yang enteng untuk dilakukan. Disamping untuk mengatasi rasa lapar, makan siang dapat menjadi penyeimbang dari makanan yang berkalori tinggi yang sering dikonsumsi pada saat rasa lapar menyerang. Jenis makanan kalori tinggi adalah keripik, biskuit dan cokelat yang mengandung garam, gula dan lemak. Menu makan siang juga terkadang kelebihan karbohidrat sehingga harus di tambah lauk dan buah-buahan segar sebagai penyeimbang.
Makan malam juga kebiasaan hidup sehat yang tidak sulit dilakukan. Bagi sebagian seniman siang hari bukanlah waktu kerja, melainkan malam hari. Cara mensiasatinya, adalah dengan menghindari mengonsumsi makanan fast food yang mengandung banyak lemak tinggi dan garam. Kalau terpaksa membeli makanan, maka sebaiknya menghindari makanan gorengan dan memilih makanan yang mengandung gizi cukup seperti tahu dan tempe beserta sayur-sayuran.
Karena makan adalah kebiasaan hidup sehat maka lingkar perut dapat menjadi penilaian seseorang hidup sehat dengan konsumsi makanan yang sehat pula. Perut yang normal apabila ukuran lingkar perut berada dibawah 90 cm (untuk pria) dan 80 cm (untuk perempuan). Bila ukurannya sudah melebihi angka tersebut maka sudah harus menjadi perhatian untuk melakukan konsultasi dan mendapatkan petunjuk hidup sehat yang benar. Ukuran lingkar perut diatas rata-rata dapat menjadi pertanda awal dari obesitas abdominal, resistensi insulin, pre-diabetes hingga diabetes, tekanan darah tinggi, kecenderungan adanya sumbatan atau sumbatan saluran darah (fungsi anti-trombosis), kenaikan kadar kortisol, perlemakan hati, yang semuanya mengarah pada penyakit stroke dan kardiovaskuler.
Bila budaya hidup sehat diterapkan di kalangan seniman, maka akan memperpanjang peluang hidup produktif dan usia harapan hidup. Seniman yang panjang umur akan memperpanjang juga deretan karya-karya seni yang dihasilkan.
(Artikel ini semula dibuat untuk Majalah Dewan Kesenian Jatim)

22 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | , | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.