Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Kota-Kota Sehat Di Indonesia

Pada hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 November, telah ditetapkan 9 Kabupaten/Kota se Indonesia sebagai Kabupaten/Kota Sehat. Predikat Kota Sehat diberikan penghargaan Swasti Saba sebagai penghargaan dari pemerintah pusat kepada Kota Sehat di Indonesia. Dari 484 kabupaten/kota se Indonesia, hanya 9 yang memperoleh Penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2011. Beberapa kota yang mendapatkan penghargaan Kota Sehat diantaranya adalah Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Padang, Kota Manado, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kota Solok, Kota Cimahi, Kota Sukabumi.
Penghargaan Kota Sehat 2011 diselenggarakan dalam kurun waktu sekali dua tahun oleh Kementerian Kesehatan dalam bentuk Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional. Penghargaan Swastisaba diberikan kepada pemerintah kota/kabupaten yang telah memberikan banyak kontribusi dan komitmen besar terhadap tujuan pembangunan kesehatan. Penghargaan Kota Sehat diharapkan bisa memberi motivasi bagi pemerintah kota/kabupaten maupun masyarakat untuk membangun kepedulian di bidang kesehatan.
Penetapan penerima penghargaan Kota Sehat setelah verifikasi tim provinsi dan diverifikasi ulang oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan indikator. Ada sembilan indikator yang diperlombakan yakni kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan pariwisata sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pertambangan sehat, kawasan hutan sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, dan kehidupan sosial yang sehat.
Penghargaan Kota Sehat memiliki jenjangnya seperti Swastisaba Pa¬dapa, Swastika Saba Wiwerda (pembinaan), dan Swasti Saba Wistara. Misalnya, Penghargaan Swasti Sabha Padapa ada tiga indikator/tatanan yang dinilai yakni Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat, Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat. Untuk mendapatkan penghargaan Swasti Sabha Wiwerda meliputi lima tatanan/indikator yakni Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat, Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi, Kawasan Industri dan Perkantoran, Ketahanan Pangan dan Gizi, Kehidupan Masyarakat yang Sehat dan Mandiri.
Predikat Kota Sehat
Kota Makassar mendapatkan Penghargaan Swasti Saba Wistara sebagai Kota Sehat 2011. Penghargaan Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat kepada Kota Sehat di Indonesia. Ada 8 Indikator Pokok yang berhasil dipenuhi oleh Kota Makassar sehingga diberi status Kota Sehat oleh pemerintah pusat yakni Wajib Belajar 9 Tahun, Angka Melek Huruf yang Meningkat, Pendapatan Perkapita Domestik yang meningkat, Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran hidup yang menurun, Angka Kematian Balita per 1000 kelahiran hidup yang menurun, Angka Kematian Ibu Melahirkan per 100.000 kelahiran hidup yang menurun, Adanya RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).
Bagi kota Balikpapan, penghargaan sebagai kota sehat tahun 2011 merupakan penghargaan untuk kedua kalinya. Pada tahun 2004, Kota Balikpapan mendapatkan penghargaan yang sama. Beberapa program Kota Balikpapan yang menonjol dinilai sukses yakni Clean Green and Healthy, Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk, dan terbentuknya juru pemantau jentik nyamuk di seluruh kelurahan dan RT dan rencana penetapan kawasan bebas rokok yang akan dilakukan tahun depan.
Penghargaan Kota Sehat lainnya di Kalimantan Timur selain kota Balikpapan adalah Kota Samarinda. Kota Samarinda meraih penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda. Program unggulan Pemkot Samarinda adalah penyelenggaraan dan penilaian Samarinda Kota HBS, Sekolah Sehat yang berkarakter, Desa Siaga, wisata air terjun, dan uji coba car free day akan terus berjalan secara berkelanjutan. Tercatat, Kota Samarinda sudah tiga kali menyandang prestasi sebagai Kota Sehat yaitu tahun 2007, 2009, dan 2011 sebagai wujud keberhasilan penataan di bidang kesehatan masyarakat secara umum dalam suatu sistem. Ke depan, Pemkot Samarinda bertekad menerapkan program sehat semua tingkatan mulai dari rumah sakit hingga pasar sehat, setelah tercipta sekolah sehat atau kelurahan sehat.
Kota Denpasar juga menerima penghargaan sebagai Kota Sehat dalam kategori Swasti Saba Padapa dengan klasifikasi dua tatanan pada tahun 2011. Penghargaan ini wujud komitmen dan perhatian pemerintah Kota Denpasar terhadap pembangunan kesehatan di Kota Denpasar cukup tinggi dan pelaksanaan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terus mengalami peningkatan. Ke depan, Pemkot Denpasar pun bertekad membuat kebijakan-kebijakan implementatif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.
Salah satu kota kecil di Indo¬nesia itu meraih prestasi sebagai Kota Sehat (Swastisaba Padapa) 2011 adalah Kota Solok. Terpilihnya Kota Solok meraih peng¬hargaan tingkat nasional karena keberhasilan pemerintah daerah memasyarakatkan pola hidup sehat di tengah-tengah masyarakat dibarengi dengan kepedulian warga Kota Solok dalam meningkatkan status dan derajat keseha¬tannya. Pemerintah daerah setempat melakukan langkah-langkah persiapan menuju Kota Sehat melalui peningkatan saranan prasarana lingkungan pemu¬kiman, fasilitas kesehatan di ling¬kungan masyarakat dan adanya peningkatan derajat kesehatan menu¬ju manusia sehat dan mandiri. Sebelum menjadi Kota Sehat, Pemkot Solok memulai pada tingkat RW sehat, kemudian kelurahan sehat hingga terwujud kecamatan sehat dan terakhir melaju ke tingkat Kota Solok. Visi Kota Solok adalah “Terwujudnya Kota Solok sebagai kota sehat mandiri, aman, tenteram dan nyaman dengan melibatkan partisipasi masyarakat”.
Kota kecil lainnya yang menerima penghargaan sebagai Kota Sehat 2011 kategori Swastisaba Wiwerda adalah Kota Cimahi, Jawa Barat. Pemberian penghargaan tersebut sebagai apresiasi pelaksanaan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terus mengalami peningkatan dan peningkatan derajat kesehatan warga Kota Cimahi. Pada tahun 2009, Kota Cimahi juga telah menerima penghargaan kategori Swastisaba Padapa. Tahun 2009 Cimahi mendapatkan dua tatanan untuk sarana dan prasana permukiman yang sehat serta ketahanan pangan dan gizi sedang pada tahun 2011 mendapatkan penghargaan atas empat tatanan dengan kehidupan sosial yang sehat dan mandiri. Selanjutnya, pada tahun 2013, Pemkot Cimahi bertekad meningkat ke Wistara dengan minimal kategori yang harus terpenuhi adalah lima tatanan.
Kota Sukabumi di Jawa Barat juga meraih penghargaan Kota Sehat Tahun 2011. Penghargaan tersebut untuk kedua kalinya diberikan pada Kota Sukabumi sebagai Kota Sehat yakni pada tahun 2007 dan tahun 2011 dengan nilai lebih meningkat. Jalan Sukabumi menuju Kota Sehat dengan menetapkan APBD yang tertuang dalam pendidikan kesehatan dan perdagangan dalam rangka sehat dan sejahtera untuk kesejahteraaan masyarakat Kota Sukabumi sebagai komitmen dalam peningkatan Kesehatan masyarakat.
Kota Tangerang adalah satu-satunya di Provinsi Banten sebagai Kota Sehat 2011. Penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas upaya Pemkot Tangerang menjadikan Kota Tangerang sehat, bersih dan nyaman. Apresiasi Pemerintah Pusat c.q. Kementerian Kesehatan atas keberhasilan seluruh elemen Kota Tangerang, mulai dari masyarakat, Pemkot serta Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS). Selama ini FKTS bersama dengan Pemkot Tangerang terus melakukan dan menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat dan memberikan contoh pola hidup bersih, sehat dan nyaman sehingga meningkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan perlu dilakukan secara berkesinambungan.
Konsep Kota Sehat
Diskursus tentang Kota Sehat tidak bisa dilepaskan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Sehat 2011 pada tahun 1998 silam. Pada saat itu diharapkan pada tahun 2011 masyarakat Indonesia akan mencapai tingkat kesehatan tertentu yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan sehat, mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mampu menyediakan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga memiiiki derajat kesehatan yang tinggi.
Konsep Kota Sehat ditekankan pada tataran kawasan dengan memperhatikan semua aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya. Karena itu, pengembangan Kota Sehat bukan hanya fokus pada pelayanan kesehatan atau masalah sehat atau masalah sakit tetapi lebih luas pada berbagai aspek yang mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Pada sebuah Kota Sehat akan terbentuk Kawasan Sehat. Kawasan sehat adalah suatu kondisi wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni masyarakat yang dicapai melalui peningkatan suatu kawasan potensial dengan berbagai kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan perangkat daerah.
Pengembangan konsep Kota Sehat adalah kegiatan proses pemberdayaan masyarakat dengan fasilitasi pemerintah secara berkelanjutan tanpa batas waktu dan mempertimbangkan kondisi dinamik masyarakat perkotaan. Wujudnya berupa integrasi dari berbagai kegiatan dan dukungan dari berbagai sektor yang difasilitasi oleh pemerintah kota. Pembentukan forum kota sehat adalah implementasi pemberdayaan masyarakat menuju Kota Sehat.

3 Desember 2011 Posted by | Uncategorized | , , , | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.