Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Puasa Agar Sehat

Hidup sehat dan sejahtera adalah dambaan semua manusia. Kategori hidup sehat bila seseorang dapat hidup secara produktif, sehat secara fisik, mental dan sosial. Sejahtera berarti merasa cukup apa yang dimiliki (qonaah). Bila seseorang sehat maka setiap waktu digunakan untuk berproduksi. Seseorang yang merugi adalah seseorang yang membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan suatu kegiatan produktif sehingga amalnya tidak juga bertambah. Rugi waktu lebih buruk ketimbang rugi uang; bila kehilangan uang maka bisa dicari, tetapi bila waktu yang hilang tidak akan mungkin diganti.
Apalagi waktu dalam bulan suci Ramadhan setiap detik sangat berarti karena tiap detik waktu dinilai sebagai ibadah. Umat Islam sangat dianjurkan bekerja dalam bulan Ramadhan karena sehat meski tidak makan dan minum pada siang hari. Berbagai peristiwa bersejarah terjadi dalam bulan Ramadhan seperti Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan, penobatan Nabi Muhammad sebagai Rasul pada bulan Ramadhan, perang badar dilakukan pada bulan Ramadhan, bahkan Proklamasi kemerdekaan RI terjadi dalam bulan Ramadhan.
Anjuran bekerja dalam bulan Ramadhan mencari reski dimuka bumi mendapatkan justifikasi dalam ilmu kesehatan dan kedokteran. Bila tidak ada pergerakan tubuh (tangan dan kaki) darah akan mengambil kalsium yang terdapat dalam tulang untuk dibuang melalui saluran kencing. Efeknya, tulang akan kekurangan kalsium sehingga menjadi rapuh dan keropos yang menyebabkan mudah patah. Sebelum mengalami resiko patah tulang, didahului dengan patahan kecil-kecil yang mengakibatkan pegal, sakit pinggang dan sakit dalam tulang.
Kebiasaan sebagian orang Islam sesudah makan sahur dan shalat subuh kembali melanjutkan tidurnya. Padahal dianjurkan setelah shalat subuh dianjukan mulai melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Apabila selesai melakukan satu pekerjaan, maka kerjakanlah pekerjaan yang lain. Cara ini akan mendatangkan banyak pahala, badan selalu sehat, dan puasa memiliki makna sosial. Allah dalam Al-Qur’an pada surat Al ‘Araf ayat 179 menyatakan bahwa: “Sesungguhnya telah Kami jadikan isi nereka jahannam kebanyakkan dari Jin dan manusia Yang mempunyai hati tapi tak digunakan untuk mengerti, dan punya mata tak digunakan untuk melihat,punya telimga tapi tak digunakan untuk mendengar. Mereka bagaikan ternak, bahkan lebih sesat. Maka mereka itulah orang-orang yang lalai”.
Kebanyakan orang yang sakit adalah orang-orang yang tidak banyak melakukan gerakan tubuh (bekerja), bermalas-malasan, tidak mengasah otak, tidak membuka mata dan telinga untuk mencari rezki yang halal. Golongan orang seperti disebut diatas didunia sudah merasakan sakitnya hidup, lebih-lebih di akhirat kelak.
Puasa bagi orang Islam adalah kewajiban yang harus ditunaikan dan termasuk dari rukun ketiga setelah syahadat dan shalat. Namun bagi orang-orang yang berusia lanjut dan menderita penyakit maag dan diabetes memerlukan syarat-syarat khusus untuk bisa menjalankan ibadah puasa agar sehat. Syarat yang penting pada orang usia lanjut adalah kecukupan asupan cairan selama berpuasa sekitar 1,5-2 liter per hari. Bila asupan cairan terpenuhi maka puasanya akan aman karena fungsi ginjal tidak mengalami gangguan.
Untuk mencegah tidak terjadi kekurangan cairan selama berpuasa, pada saat berbuka puasa sebaiknya meminum 2 gelas air, kemudian setelah tarawih kembali meminum 3-4 gelas air, saat bangun tidur sebelum sahur 1 gelas dan saat sahur meminum 1-2 gelas. Syarat lainnya bagi usia lanjut berpuasa bila penyakitnya terkontrol, tidak terdapat infeksi akut dan kondisi badannya stabil.
Asupan gizi perlu mendapat perhatian dengan proporsi gizi yang seimbang, tidak memakan makanan gorengan dan tinggi lemak, mengurangi minum the/kopi, membatasi makanan yang lebih cepat dicerna seperti gula serta disarankan mengonsumsi makanan yang lamat dicerna dan berserat tinggi. Karena itu pada saat berbuka puasa disarankan mengonsumsi kurma yang mengandung karbohidrat, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, zat besi dan gula serat.
Bagi penderita penyakit maag, bila 6-8 jam menahan makan dan minum maka terjadi peningkatan asam lambung yang dapat menyebabkan gejala penyakit maag sehingga memperberat kondisi sakit lambungnya bila tidak berobat secara tepat. Penderita penyakit maag yang dapat berpuasa bila sakitnya hanya gangguan fungsional saja. Tetapi bila penderita penyakit maag kronis, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu atau menjalankan puasa dengan disertai rutin meminum obat. Sangat dianjurkan untuk tidak makan secara berlebihan ketika berbuka puasa atau pada saat makan sahur.
Demikian halnya dengan penderita diabetes, melaksanakan puasa dapat menyebabkan gula darah menjadi turun. Karena itu, untuk kategori tertentu seperti penderita diabetes tipe 1, pasien dengan insulin dosis tinggi,pasien diabetes yang sakit berat, pasien diabetes pada penderita kehamilan, pasien yang pernah mengalami konflikasi berat tidak diperbolehkan berpuasa.
Selama menjalankan puasa, sistem kerja organ pencernaan akan berubah. Pada siang hari organ pencernaan beristirahat sedang pada malam hari baru beroperasi. Bila pada hari di luar Ramadhan bebas mengonsumsi makanan selama 24 jam, maka pada bulan puasa dibatasi hanya selama dua kali di malam hari, saat berbuka puasa/makan malam dan saat makan sahur.
Masalah makan dan minum dalam Al-Quran sudah diatur pedomannya. “Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (QS 7: 31). Makna ayat tersebut mengandung implikasi pada kesehatan tubuh manusia karena orang yang kelebihan makan-minum akan mudah terkena macam-macam jenis penyakit. Rasulullah SAW bersabda: “Kami (adalah umat) yang makan hanya bila kami merasa lapar, dan bila kami makan maka kami tiadalah sampai kenyang” (Al Hadits). Dalam kesempatan lain, Nabi juga bersabda: “Perut itu rumah segala penyakit, dan penjagaan atas makanan adalah permulaan pengobatan. Permulaan segala penyakit adalah mengisi perut secara berlebihan” (Al Hadits).
Makna dibalik puasa dan melaksanan shalat sunah tarawih dan witir adalah badan dianjurkan melakukan gerak olahraga secara rutin sekitar 2 jam saban hari selama sebulan. Gerakan tubuh tersebut menyebabkan tubuh terasa fit, bugar dan relaks. Puasa Ramadhan mampu membersihkan racun dalam tubuh baik pada ginjal, paru-paru, usus besar, kelenjar limfa dan kulit. Puasa akan mengurangi asupan zat gizi sekitar 20 sampi 30 persen, utamanya kalori. Kurangnya masukan gizi dan energi orang yang berpuasa justru membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan didalam tubuh yang disebut fungsi autolisis. Pengertian autolisis sendiri adalh terpakainya simpanan lemak tubuh untuk dijadikan sumber energi tubuh. Sebuah data penelitian pernah menyebutkan setelah berpuasa rata-rata terjadi penurunan berat badan antara 1-4 kg.
Beberapa sarjana telah melakukan penelitian hubungan puasa dengan kesehatan jasmaniah manusia. Di Amerika seorang peneliti bernama Dr Alan Colt dan Dr Subki Abdul Kadir menemukan hasil penelitiannya bahwa mejalankan puasa akan dapat membuat kemampuan seseorang menjadi lebih muda secara fisik. Temuan yang sama dihasilkan seorang sarjana dari Rusia bernama Dr Yuri Nicolayev. Penelitian dengan topik yang sama juga pernah dilakukan sarjana Indonesia Dr A.A. Yusuf bersama rekan-rekannya. Mereka menyimpulkan bahwa pada akhir puasa diupayakan mengembalikan peranan mekanisme otoregulasi sistem andrenergik yang pada keadaan sebelumnya selama berpuasa Ramadan, mungkin telah mengalami penurunan aktivitas pada sistem simpatis.
Fakta lain bahwa puasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki kolesterol darah. Penjelasan akademisnya: dengan pengurangan konsumsi kalori akan membuat berkurangnya laju metabolisme energi. Sebagai bukti adalah suhu tubuh orang berpuasa akan menurun. Suhu tubuh yang turun menunjukkan adanya pengurangan konsumsi oksigen. Demikian halnya dengan kolesterol darah, puasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL (yang sehat) 25 mg persen, dan menurunkan lemak trigliserol sekitar 20 mg persen. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (yang merusak kesehatan). Dalam jangka panjang, kadar kolesterol darah yang tinggi akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Bagi penderita tekanan darah tinggi sangat dianjurkan berpuasa agar sehat.
(Artikel ini pernah dimuat pada Harian Tribun Timur, 24 September 2008.Penulis, Fatmah Afrianty Gobel adalah Ketua Prodi Kesmas FKM UMI, Makassar)

6 September 2009 - Posted by | Uncategorized |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: