Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Jejak Prof Najib Bustan, MPH Dalam Studi Epidemiologi di Indonesia

Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, teringat pada seorang pendidik yang menjadi guru saya dalam kesehatan masyarakat. Sosok tersebut adalah Prof Dr. Muh. Najib Bustan, MPH, seorang pakar dalam bidang Epidemiologi.
Sosok Prof Najib Bustan tidak bisa dipisahkan dari keberadaan lembaga pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia yang masih tergolong baru, meski secara keilmuan sudah relatif telah berlangsung lama didalam displin ilmu kedokteran. Lembaga pendidikan kesehatan masyarakat pada perguruan tinggi pada umumnya bernama Fakultas Kesehatan Masyarakat atau Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan.
Disiplin ilmu yang menjadi induk ilmu kesehatan masyarakat adalah Epidemiologi. Banyak defenisi dikemukakan para pakar Epidemiologi tentang Epidemiologi itu sendiri. Salah satu pakar Epidemiologi di Indonesia yang sangat berjasa memajukan disiplin ilmu ini adalah Prof Dr. Muh. Najib Bustan, MPH mengemukakan bahwa epidemiologi adalah ilmu mengenai kejadian yang menimpa penduduk. Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani, dimana Epid = upon, pada atau tentang; demos = people, penduduk; dan logia = knowledge, ilmu. Nama epidemiologi sendiri berkaitan dengan sejarah kelahirannya dimana epidemiologi memberikan perhatian tentang penyakit yang mengenai penduduk (epidemi).
Riwayat Kepakaran
Prof Najib Bustan mengawali karir profesionalnya sebagai dokter di Jeneponto, Sulawesi Selatan, tepatnya di Puskesmas Bontoramba dan kerjasama dengan pihak Nuffic/Erasmus University, Belanda melakukan community development di Kecamatan Tamalatea. Pada saat itu, baru saja mendapat gelar dokter pada Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar. Pengalamannya di dunia akademik bermula sebagai dosen di Bagian IKM/IKP Fakultas Kedokteran, lalu pindah ke Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS. Setelah itu, berangkat ke Thailand untuk mencari pengalaman dan belajar Tropical Medicine.
Dari Thailand, kemudian bertolak ke negeri Paman Sam untuk belajar Public Health dan memperoleh gelar MPH (Master of Public Health). Atas sponsor dari USAID, BKKBN dan DEPDIKBUD (saat ini Depdiknas), langsung melanjutkan ke program doktoralnya di University of South Carolina, Columbia dengan judul disertasi “Oral Contraceptive Use and Breast Cancer”.
Selama di Amerika Serikat, pakar epidemiologi kelahiran Sinjai, Sulawesi Selatan 3 Oktober 1952 itu pernah mengunjungi hampir seluruh sekolah kesehatan masyarakat. Berbagai kegiatan ilmiah diikutinya seperti Epidemiology Summer Cource di University of Michigan Ann Arbor dan John Hopkins University Baltimore serta APHA Meeting di Atlanta. Menjadi anggota organisasi internasional seperti APHA (American Public Health Association), SER (Society for Epidemiologic Research), ISAE (International Society for AIDS Education) dan AAAS (American Association for the Advance of Science).
Kegiatan internasional yang pernah diikutinya antara lain adalah South East Asia Clinical Epidemiology Network (SEACLEN) di Manila, WHO STD International Course di Thailand, Double Burden on Nutriotional Policy di Wageningen, Belanda serta bertugas sebagai TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) di Arab Saudi.
Ketika kembali ke Indonesia di kampus UNHAS Tamalanrea, Prof Najib yang hobi minum sarabba dengan singkong goreng ini terpilih menjadi Dosen Teladan FKM UNHAS pada tahun 1993. Sukses sebagai dosen teladan akhirnya diberi tugas menjadi Ketua Jurusan Epidemiologi pada Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS dan Sekretaris Eksekutif Forum Kajian Epidemiologi Klinik UNHAS. Selanjutnya menjadi Pembantu Dekan Bidang Akademik (PD 1) FKM UNHAS, lalu menjadi Dekan FKM UNHAS, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat Pascasarjana UNHAS dan Asisten Direktur Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Indonesia Timur. Dalam organisasi profesi, Prof Najib sejak 1994 diberi amanah sebagai Ketua Umum PAEI (Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia) dan pada tahun 1996 sebagai Ketua Simpul Jaringan Kesehatan dan Gizi, UNHAS. Pada tahun 2002, Prof Najib Bustan memelopori berdirinya Masyarakat Epidemiologi Indonesia (MEI).
Pada 1 Januari 1999 diangkat menjadi guru besar dalam bidang Epidemiologi. Tujuh bulan berikutnya, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1999 membacakan pidato pengukuhan Guru Besar dengan judul “Pendekatan Epidemiologi Terhadap Musibah Kesehatan Darurat”. Sebagai pakar dalam disiplin ilmu epidemiologi kesehatan darurat, salah satu bentuknya adalah menulis buku teks untuk mata kuliah tersebut. Buku tersebut terbit tahun 2000 dan diterbitkan oleh Umitoha Ukhuwah Grafika, sebuah divisi penerbitan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar.
Sadar akan tanggungjawabnya sebagai pakar epidemiologi, Prof Najib sangat aktif menularkan ilmunya dalam bentuk tulisan yang dipublikasikan dalam bentuk buku. Pemenang Lomba Publikasi Ilmiah URGE, Dikti Depdikbud 1998 ini telah menulis beberapa buku kesehatan seperti Pengantar Epidemiologi, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Ukuran-Ukuran Epidemiologi, Praktek Epidemiologi, Panduan EPIINFO-6, Nilai Novel Sebuah Disertasi, 17 Langkah Metodologi Penulisan Penelitian Disertasi, Perjalanan Memburu Kausa dan EPidemiologi Kesehatan Darurat.
Salah satu buku monumental dalam disiplin ilmu epidemiologi adalah buku “Pengantar Epidemiologi” terbitan Rineka Cipta, Jakarta dan beredar secara nasional. Buku ini boleh disebutkan sebagai buku pertama yang diterbitkan di Indonesia yang ditulis sebagai buku pegangan bagi mahasiswa kesehatan masyarakat yang mengambil mata kuliah Pengantar Epidemiologi. Buku tersebut menjadi buku wajib bagi para mahasiswa kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia dan sekolah kesehatan masyarakat lainnya.
Spesialis Epidemiologi Bencana
Kepakaran dalam bidang Prof Najib Bustan adalah epidemiologi bencana. Hal ini terlihat dari pilihan isi pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar pada 14 Agustus 1999 lalu di Gedung Rektorat Lantai 4, Kampus UNHAS Tamalanrea. Pada prosesi pengukuhannya sebagai professor itu, putra dari pasangan H.A Bustan Petta Pampe dan H Kartini Sanusi memilih judul pidatonya, “Pendekatan Epidemiologi terhadap Musibah Kesehatan Masyarakat”.
Dalam pidatonya, suami dari Hj Kaya Junaid Bustan tersebut menyebutkan bahwa pendekatan epidemiologi telah menyumbangkan pemikiran, konsep dan upaya menanggulangi berbagai masalah kesehatan sepanjang sejarah kehidupan manusia. Menurutnya, Epidemiologi telah dimanfaatkan menghadapi berbagai wabah yang telah melanda dunia mulai dari wabah kolera di London, wabah cacar dunia, wabah kolera-Eltor di negara sedang berkembang, dan yang terakhir wabah AIDS.
Enam tahun sejak pidato Prof Najib Bustan yang bersejarah itu, Indonesia dikejutkan dengan musibah gempa dan tsunami di Aceh dengan korban nyawa dan harta yang sangat besar. Setelah itu berturut-turut wilayah dilanda bencana, menyusul bencana gempa di Nias Maret 2005 (8.6 Richter), bencana gempa Yogyakarta Mei 2006 (6,2 Richter), bencana gempa Pangandaran Juli 2006 (7.8 Richter), bencana gempa di Mentawai-Bengkulu September 2007 (8.5 Richter), bencana gempa di Mentawai Agustus 2009 (6.9 Richter), bencana gempa Tasikmalaya September 2009 (7.3 Richter) dan gempa Sumatera Barat (7,6 Richter) dan terakhir bencana gempa di Maluku pada 24-25 Oktober 2009 (7,3 Richter).
Meski kini Prof Najib tidak lagi banyak beraktifitas di Kampus UNHAS akibat pergesekan politik dengan beberapa orang berpengaruh di kampus merah itu, namun jejaknya dalam dunia intelektual, khususnya disiplin ilmu epidemiologi sangat terasa. Seyogyanya pihak pemerintah pusat memanggil putra terbaik bangsa itu untuk beraktifitas didalam pemerintahan tingkat pusat, misalnya di Kementerian Kesehatan, karena keilmuannya yang sangat mumpuni dan mubazir untuk disia-siakan. Apalagi di Kementerian Kesehatan, ada lembaga yang mengurusi bencana bernama Pusat Penanggulangan Krisis yang spesifik menanggulangi bencana dari aspek kesehatan.

11 Mei 2010 - Posted by | Uncategorized | , , ,

3 Komentar »

  1. Terima kasih telah ikut meramaikan Entry Tematik Mei 2010. Pemilihan tulisan favorit akan dilakukan pada awal bulan Juni 2010. Tunggu info selanjutnya.

    Salam,
    Paccarita AngingMammiri.org

    Komentar oleh Paccarita | 11 Mei 2010 | Balas

  2. Polling untuk pemilihan Entry Tematik Favorit Edisi Mei 2010 dengan tema Pendidikan sudah dibuka.

    Ayo pilih tulisan favoritmu. Silahkan berkampanye!

    Salam,
    Pangurusu’na Entry Tematik

    Komentar oleh Paccarita | 1 Juni 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: