Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

ASI sebagai Susu Terbaik bagi Manusia

Pada tahun 2009 telah ditetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Susu Nasional. Pencanangannya dilakukan oleh Presiden RI untuk meningkatkan budaya konsumsi susu pada masyarakat Indonesia, yang kini masih tergolong rendah. Penggagas hari susu nasional adalah Tetra Pak Indonesia bersama Departemen Pertanian, Departemen Kesehatan, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Meski bertujuan baik, nampaknya dibalik pencanangan Hari Susu Nasional memiliki motif ekonomi politik bisnis susu formula yang berbahan dasar dari hewan ternak, utamanya susu sapi. Saat ini produksi susu nasional hanya dapat memenuhi kebutuhan konsumsi susu nasional sebesar 23,45 persen atau sebanyak 2,19 kilogram per kapita per tahun. Kebutuhan sisanya dipenuhi impor sebanyak 76,55 persen dari total konsumsi susu.
Susu Terbaik
Tak dapat dipungkiri, susu terbaik bagi manusia adalah Air Susu Ibu (ASI). WHO dan UNICEF menganjurkan agar para ibu memberikan ASI Eksklusif yaitu hanya memberikan ASI saja tanpa makanan pendamping hingga bayi berusia 6 bulan. ASI adalah makanan alamiah untuk manusia yang masih berusia muda (bayi). ASI mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen untuk pertumbuhan bayi agar sehat. ASI adalah makanan alamiah yang disediakan untuk bayi dengan komposisi nutrisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat.
Memberikan ASI kepada bayi mengandung dua manfaat sekaligus kepada bayi dan ibu yang menyusui. Keuntungan ASI pada bayi diantaranya, ASI mudah dicerna oleh bayi, Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat mudah diserap oleh bayi. jarang menyebabkan konstipasi, mencegah karies karena mengandung mineral selenium, dan menurunkan resiko sakit jantung bila mereka dewasa serta membina ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.
Selain itu, ASI menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi saluran kencing, dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak. ASI juga kaya akan antibody yakni zat kekebalan tubuh yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya. Berdasarkan suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI samapi lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa yang lebih cerdas. Hal ini diduga karena Asi mengandung DHA/AA.
Manfaat yang tak kalah pentingnya adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa pada ASI. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3.
Sementara itu, keuntungan ASI pada ibu akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan, membantu memperkecil ukuran rahim ke ukuran sebelum hamil, dan dapat membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat. Bahkan beberapa ahli kesehatan masyarakat menyatakan bahwa pada wanita menyusui sangat rendah peluang terkena penyakit kanker payudara.
Dari publikasi Harun Yahya, ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya: ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…” (QS, Al Baqarah, 2:233).
ASI Mencegah Penyakit
Bayi yang diberi ASI akan memiliki resiko kecil terkena penyakit jantung dan berdampak baik terhadap tekanan darah. Kesimpulan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Universitas Bristol yang dimuat dalam Jurnal Kedokteran “Circulation”. Penelitian tersebut mengungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.
Kesimpulan para ilmuwan Universitas Bristol diperkuat oleh penelitian yang dipimpin oleh Dr. Lisa Martin dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati, Amerika Serikat. Hasil penelitian yang dilakukan kelompk Lisa Martin menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini.
Selain itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.
ASI juga mencegah penyakit kanker. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, tercatat pernah memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan tentang ASI. Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul.
Langkah awal penelitiannya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan.
Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.
Manfaat ASI pada bayi berpengaruh pada tingkat kecerdasan sang bayi yang sangat berguna kelak ketika beranjak dewasa. James W. Anderson, seorang ahli dari Universitas Kentucky, pernah melakukan penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik. Hasil riset tersebut membuktikan bahwa IQ (tingkat kecerdasan) bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.
Selamat Hari Susu Nasional, semoga dapat meningkatkan kesadaran pentingnya ASI sebagai susu terbaik bagi manusia. (Fajar, Selasa, 01 Juni 2010)

1 Juni 2010 - Posted by | Uncategorized | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: