Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Penyakit Amnesia dan Prevalensi Korupsi

Banyak kejadian ketika sang koruptor ditangkap tiba-tiba jatuh sakit atau ketika bersaksi di pengadilan tiba-tiba terserang penyakit amnesia dengan sering berkata : Lupa. berkaitan faktor kesakitan, salah satu kasus aktual yang kini dalam penyelidikan kasus korupsi dan banyak diperbincangkan adalah sakitnya Nunun Nurbaeti yang dicap menderita penyakit amnesia.
Hingga bulan April 2010, sudah empat kali Nunun Nurbaeti tidak menghadiri sidang karena alasan sakit. Dalam sidang yang paling akhir beberapa hari lalu, Majelis Hakim meminta keterangan dari Muhammad Ali Gentada, pembawa lampiran surat sakit Nunun yang disebutkan sedang melakukan cek kesehatan di Singapura. Namun, Majelis Hakim belum memutuskan apakah Nunun akan dipanggil paksa pulang ke Indonesia atau masih diberi kesempatan berobat.
Kasus Nunun Nurbaeti terkait dengan kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang melibatkan Miranda Swaray Goeltom. Nunun Nurbaeti diduga adalah orang yang disebut turut menyiapkan 480 lembar cek perjalanan senilai Rp 24 miliar untuk dibagikan kepada anggota DPR untuk pemenangan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada tahun 2003 silam. Posisi Nunun Nurbaeti dalam kasus ini adalah saksi kunci, sementara terdakwanya adalah Dudhie Makmun Murod, anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P masa 2004-2009.
Nunun Nurbaeti secara pribadi adalah istri dari mantan Wakapolri Adang Darajatun. Adang dikenal dekat dengan Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) berkat pencalonannya sebagai Gubenrur DKI Jakarta pada tahun 2006 silam. Menurut dokter pribadi Nunun, dr Andreas Harry SpS (K), penyakit amnesia Nunun ada faktor keturunannya karena beberapa dari keluarga Nunun ternyata juga pernah mengidap penyakit ini (Detiknews.com, 5/4/2010).
Penyakit Amnesia
Penyakit amnesia dikenal dalam masyarakat awam sering disebut sakit lupa ingatan atau sakit pikun. Kepikunan biasanya berkaitan dengan menurunnya fungsi saraf otak yang demikian parah. Dalam dunia medis, amnesia kadang pula disebut sakit Alzheimer. Penderita Alzheimer kadang untuk mengurus keperluan diri sendiri pun tidak mampu karena penurunan daya ingatan yang demikian drastis.
Lain halnya dengan pikun karena faktor proses penuaan secara biologis. Penyakit Alzheimer bukanlah jenis kepikunan karena faktor usia tetapi kepikunan yang diderita pada usia yang masih tergolong usia produktif. Ciri-ciri klinis penderita Alzheimer diantaranya adalah menurunnya tingkat kewarasan, melemahnya percakapan, perubahan kepribadian, tingkah laku aneh yang tidak terkendali, cepat marah, agresif, hilangnya nalar dan pertimbangan, kehilangan minat untuk interaksi sosial dan sering keliru mengenal keluarga terdekat dan keadaan disekitar rumahnya.
Disepakati oleh para ilmuwan kesehatan/kedokteran bahwa pada penderita penyakit alzheimer terjadi suatu penurunan fungsi saraf otak yang sedemikian kompleks dan progresif berkaitan dengan adanya perubahan pada sel saraf otak yang normal menjadi serat.
Syaraf otak tersebut mengecut dan dipenuhi gumpalan protein yang plak amiloid dengan neuro fibrillary atau serat yang berbelit-belit. Dimana keadaan sel saraf otak ini tidak lagi bisa berfungsi untuk menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lainnya. Pada umumnya, penyakit Alzheimer ini tidak dapat disembuhkan. Intervensi melalui pengobatan hanya berfungsi untuk sedikit memperlambat perkembangan dari stadium penyakitnya saja (Pradana, 2010).
Amnesia adalah ketidakmampuan secara penuh atau sebagian untuk mengingat pengalaman yang baru atau lama. Amnesia bisa juga sebuah gejala pada gangguan lain, seperti gangguan stress akut, gangguan stress postraumatic, atau gangguan somatization
Secara umum, dikenal tiga macam amnesia yakni anterograde amnesia, retrograde amnesia dan dissosiative amnesia. Anterograde amnesia adalah ketidakmampuan penderitanya untuk mengingat suatu peristiwa yang terjadi setelah dirinya terkena penyakit amnesia, sementara retrograde amnesia ialah ketidakmampuan penderitanya untuk memunculkan kembali ingatannya tentang peristiwa yang terjadi pada masa lalu sebelum dirinya terkena penyakit amnesia. Sedangkan dissosiative amnesia yakni jenis amnesia yang disebabkan oleh trauma atau stress yang menghasilkan ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting. Perbedaan ketiganya sangat tipis dan terletak pada “ketidakmampuan mengingat kembali” dan “ketidakmampuan memunculkan kembali” (kompasiana.com).
Dilihat dari aspek penyebab penyakit amnesia, terbagi atas dua pula yakni penyebab organik dan penyebab fungsional. Penyebab Organik ketika penderitanya mengalami kerusakan otak yang ditimbulkan oleh adanya trauma atau kecelakaan atau suatu penyakit tertentu atau pengaruh obat-obatan. Sedangkan penyebab fungsional ketika penderitanya secara psikologis mempergunakan mekanisme pertahanan ego dirinya untuk melindungi dirinya dari rasa kecemasan atau rasa malu atau perasaan bersalah atau sangsi sosial.
Pencegahan terhadap penyakit amnesia bisa dilakukan dengan cara berolahraga secara teratur untuk membentuk sel-sel baru di daerah otak yang berhubungan dengan kemampuan mengingat. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang pernah dilakukan Dr.Scott Small, ahli syaraf dari Universitas Columbia Medical Center, New York. Proses penelitian dilakukan pada manusia dengan melibatkan 11 relawan bertubuh sehat yang diminta untuk melakukan aerobik teratur selama tiga bulan. Peneliti menggunakan scan MRI (magnetic resonance imaging) untuk membantu melihat proses otak yang terjadi sebelum dan sesudah olahraga. Dr.Scott Small melakukan penelitian sistematis pada daerah otak di hippocampus dan menentukan bagian otak mana yang terpengaruh olahraga. Hasil penelitian tersebut menunjukkan pertumbuhan sel di daerah otak yang bernama dentate gyrus, bagian otak yang sangat dipengaruhi oleh usia dalam hal kemampuan mengingat yang mulai menurun saat seseorang berusia 30-an tahun.
Terapi Penyembuhan
Untuk mengetahui jenis penyakit amnesia pada seseorang, diagnose biasanya dilakukan dengan sangat hati-hati melakukan pemeriksaan fisik dan gejala penyakitnya. Biasanya seorang dokter memeriksa gejala penyakit amnesia dengan tes darah untuk racun dan obat-obatan, tes psikologis untuk memahami pengalaman dissosiatif penderita dan membuat rencana pengobatan serta tes electroencephalography untuk menghilangkan penyebab secara fisik.
Penderita penyakit amnesia bisa disembuhkan dengan berbagai macam treatment, pengobatan dan intervensi. Cara treatment chiropractic adalah salah satu model treatment pada penderita penyakit amnesia seperti yang dialami Nunun Nurbaeti. Tujuannya untuk mengembalikan syaraf-syaraf yang terjepit sehingga penyakit lupa beratnya bisa sembuh seketika. Cara pengobatan bisa dilakukan dengan memilihkan jenis obat-obatan yang mampu membangkitkan fungsi otak. Intervensi lainnya adalah pemberian suasana rasa aman dan nyaman secara psikologis bagi penderitanya.
Intervensi pengobatan dengan pemberian obat penenang agar tercipta rasa aman dan nyaman untuk membantu penderita amnesia yang ingatannya hilang tidak secara spontan. Jika kebutuhan untuk mengembalikan ingatan secara mendesak, misalnya pada Nunun Nurbaeti yang sedang berperkara dan kasusnya sedang disidangkan di pengadilan, teknik ini sebaiknya dilakukan oleh dokter.
Pemberian rasa aman dan nyaman juga biasanya disertai dengan menggunakan hipnotis dan wawancara. Wawancara dilakukan ketika penderita amnesia sudah kelihatan tenang dengan obat secara infuse seperti amobarbital atau midazolam. Wawancara dilakukan dengan perlahan-lahan dengan menanyakan peristiwa masa lalu penderita amnesia disertai bukti pendukung eksternal. Dokter juga biasanya melakukan wawancara drug-facilitated dengan cara memberitahukan kepada penderita amnesia bahwa ingatan bisa didapat kembali dengan teknik seperti ini, namun sebelumnya harus memperoleh persetujuan dari penderita.
Analisis singkat diatas, menunjukkan bahwa penyakit amnesia bisa disembuhkan. Dengan demikian, penyakit amnesia Nunun Nurbaeti bisa disembuhkan dan dapat dihadirkan di persidangan Tipikor. Demikian pula dengan para koruptor lainnya yang tiba-tiba menderita penyakit lupa dapat disembuhkan dengan pendekatan klinis, agar tidak berkelit dari persidangan dengan alasan sakit.
(Tribun Timur, Rabu, 21 April 2010)

4 Juni 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: