Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Kanker Payudara, Penyakit Mematikan Kaum Wanita

Pada hari Kamis (25/11/2010), seorang rekan seprofesi sebagai dosen di FKM UMI Makassar mengalami kedukaan. Rekan itu bernama Fairus Prihatin Idris sedang ditimpa musibah meninggalnya ibundanya di RS Regional Wahidin Sudirohusodo akibat penyakit kanker payudara. Keesokan harinya, jasadnya dikebumikan ketika keluarga besarnya dari Pulau Banda, Maluku melayat ke Makassar.
Kanker payudara telah menjadi penyakit mematikan bagi sebagian besar kaum wanita, meski laki-laki juga bisa terkena. Kanker payudara adalah penyakit yang disebabkan oleh sel kanker dan berkembang pada wilayah dada/payudara. Penyakit kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker dengan jumlah penderita kedua terbesar di dunia, sementara dari tingkat kematian, jenis kanker payudara menyebabkan kematian nomor lima terbesar di dunia.
Penyebab kanker payudara sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun diperkirakan kanker payudara disebabkan oleh pengaruh sejumlah faktor atau kombinasi beberapa faktor seperti : tubuh gagal membangun sistem pertahanan tubuh; payudara yang sering diremas/dipencet; faktor gizi yang buruk pada makanan yang dimakan; penggunaan hormon estrogen (misalnya pada pengguna terapi estrogen replacement); minum alkohol dan merokok; faktor genetik dan riwayat keluarga (hubungan dengan gen tertentu); konsumsi lemak dan serat; radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas (tergantung dosis dan umur saat terkena paparan radiasi); obesitas pada wanita setelah menopause (diet berpengaruh terhadap keganasan sel kanker); perubahan sifat pertumbuhan sel payudara menjadi ganas (kankerpayudara.org).
Beberapa gejala awal kanker payudara adalah: benjolan pada payudara anda berubah bentuk/ukuran, puting susu masuk ke dalam (retraksi), salah satu puting susu tiba-tiba lepas/hilang, kulit payudara terasa seperti terbakar, kulit payudara berubah warna: dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit jeruk, payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain padahal tidak menyusui, bila tumor sudah besar muncul rasa sakit yang hilang-timbul.
Pada stadium awal, kanker payudara biasanya ditandai oleh adanya benjolan pada payudara yang berbeda dari biasanya. Benjolan tersebut akan terasa nyeri ketika ditekan atau mendapat tekanan. Benjolan tersebut akan berkembang terus menjadi besar dalam jangka waktu tertentu sehingga pada akhirnya membawa perubahan pada permukaan puting susu dan kulit pada daerah payudara.
Pada stadium berikutnya, muncul ulkus (borok) pada payudara untuk memperjelas suatu kanker pada payudara. Borok tersebut akan semakin membesar dan mendalam dalam waktu tertentu hingga pada akhirnya menghancurkan seluruh payudara. Ketika borok itu muncul pada payudara, maka payudara akan mudah berdara dan terdapat bau busuk pada payudara.
Kanker payudara lanjut dapat dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut: terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara); adanya nodul satelit pada kulit payudara; terdapat model parasternal; terdapat nodul supraklavikula; adanya edema lengan; dan adanya metastase jauh serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.
Pencegahan Penyakit
Pencegahan penyakit merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan dalam rangka upaya meminimalisasi terjangkitnya suatu penyakit. Penyakit kanker payudara tidak semua bisa menyerang kaum wanita dan kelompok risiko lainnya, karena itu bisa dicegah dan menghindarinya. Para peneliti bidang kesehatan telah mengembangkan serangkaian pengetahuan cara pencegahan, baik secara medis maupun secara alami melalui terapi alternatif.
Pencegahan kanker payudara secara alami bisa dilakukan dengan mengurangi memasak daging yang terlalu matang. Daging yang dimasak menghasilkan senyawa karsinogenik, maka semakin lama dimasak senyawa itu akan terbentuk. Dianjurkan mengkonsumsi buah dan sayur karena mengandung anti-oksidan yang tinggi yang dapat mencecegah kerusakan sel yang menyebabkan kanker. Selain itu aktif juga mengonsumsi suplemen anti-oksidan meski tidak dapat menggantikan konsumsi buah dan sayuran. Dianjurkan juga mengkonsumsi teh hijau yang kaya anti-oksidan dan coklat hitam (bukan coklat manis) karena secara ilmiah terbukti coklat sebagai agen yang dapat memerangi kanker.
Kegiatan olah raga secara teratur adalah sarana pencegahan lain terhadap kanker payudara. Kegiatan olahraga dan fisik lainnya dapat menurunkan kadar estrogen yang diproduksi oleh tubuh dan dapat berfungsi mengurangi risiko kanker payudara. Apalagi bila berolahraga dibawah sinar matahari karena pada saat matahri mengenai kulit, maka tubuh membuat vitamin D yang membantu jaringan payudara menyerap kalsium yang berfungsi mengurangi risiko kanker payudara.
Menghindari konsumsi alkohol adalah bentuk pencegahan terhadap risiko terkena penyakit kanker payudara. Banyak penelitian menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah. Penghindaran terhadap rokok juga bagian dari bentuk pencegahan kanker payudara.
Pemberian ASI pada bayi juga dapat mencegah kanker payudara. Para peneliti menyepakati bahwa lebih muda dan lebih lama seorang ibu memberikan ASI pada bayinya adalah semakin baik. Kesepakatan tersebut dilandasi pada teori bahwa kanker payudara berkaitan dengan hormon estrogen, sementara pemberian ASI secara berkala akan mengurangi tingkat hormon estrogen tersebut. Berdasarkan teori itulah menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI dan menurunnya resiko berkembangnya kanker payudara.
Faktor gen juga berpeluang terjangkitnya seseorang kanker payudara karena itu dianjurkan untuk mencari tahu sejarah kanker payudara pada keluarga. Dari semua kasus penyakit kanker payudara, ada sekitar 10 persen disebabkan faktor gen. Artinya satu dari 500 orang membawa gen yang dapat membuat seseorang terkena penyakit ganas kanker payudara.
Asupan makanan rendah lemak juga berperan mencegah risiko kanker payudara. Makanan yang dikonsumsi setiap hari sebaiknya tidak melebihi 30 gram lemak. Setiap manusia menyimpan estrogen di lemak tubuh, sehingga lebih sedikit lemak didalam tubuh maka semakin baik. Gaya hidup ini akan membantu mempertahankan diet seimbang dan juga membantu menjaga berat badan. Sementara kondisi berat badan yang tergolong obesitas dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Para peneliti kesehatan menemukan bahwa wanita dengan berat 44 sampai 55 pound setelah umur 18 sebanyak 40 persen memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker dibanding mereka yang berubah-ubah hanya 4 atau 5 pound semasa remajanya.
Kesadaran akan payudara merupakan faktor penting dalam pencegahan dan penghindaran kanker payudara. Setiap perubahan pada payudara harus mendapat perhatian sebagai bagian dari perawatan kesehatan kewanitaan. Dianjurkan setiap bulan memperhatikan kondisi payudara di depan cermin, atau pada saat mandi dengan telentang. Anjuran ini didasari bukti bahwa sekitar 90 persen tumor payudara dapat dideteksi oleh wanita itu sendiri. Jika menemukan gumpalan atau benjolan pada payudara, maka segera ke dokter untuk pengobatan yang tepat. Penelitian menunjukkan banyak wanita menunda untuk ke dokter jika mereka menemukan gumpalan pada payudaranya karena mereka takut memiliki kanker.

2 Desember 2010 - Posted by | Uncategorized | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: