Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Wabah Ulat Bulu Resahkan Warga Probolinggo

Warga Probolinggo, Jawa Timur mengeluhkan dan resah pada ulat bulu (desgiria inclusa) yang tiba-tiba menyebar pada sekitar 60 desa, diantaranya Sumber Ulu, Leces, Kedawung, Pondok Hulu, Tegasan, Malasan, dan Kerpangan meliputi tiga kecamatan yakni Leces, Bantaran dan Tegal Siwalan. Sebelumnya wabah ulat bulu hanya terjadi pada 11 desa di dua kecamatan yakni Leces dan Tegal Siwalan kemudian meluas hingga di Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih. Diperkirakan ribuan hingga jutaan ulat bulu bergelantungan di pepohonan hingga bangunan rumah warga. Di Probolinggo sering ada serangan ulat, namun, yang terjadi saat ini tergolong paling parah sepanjang sejarah.
Munculnya jutaan ulat bulu menyebabkan warga Probolinggo tidak tenang. Waktu-waktu produktif habis untuk menghalau ulat bulu agar tidak memasuki rumah warga karena dapat menyebabkan gatal-gatal. Bagi rumah warga yang sudah dimasuki, ulat bulu menempel di dinding, atap, kursi, lantai, dipan, lemari, dan piring. Langkah penyemprotan dengan pestisida dalam penanganan wabah ulat bulu, tidak sepenuhnya dapat menyebabkan hilangya ulat bulu. Pemangkasan pohon-pohon mangga yang diserang ulat bulu juga dapat menyebabkan penggundulan pohon.
Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo dibantu dinas terkait melakukan penyemprotan di lima kecamatan dikabarkan terkendala oleh hujan dan ketersediaan obat menyebabkan penyemprotan pestisida dan insektisida tidak maksimal. Akibat terkena air hujan, obat yang menempel pada pepohonan tidak bisa bekerja maksimal, meski populasinya sedikit berkurang. Lambannya upaya pembasmian ulat bulu dengan penyemprotan menyebabkan warga semakin resah karena hal ini telah terjadi selama hampir dua pekan.
Ulat bulu bukanlah hama primer di Probolinggo. Dugaan sementara oleh pakar Hama dan Penyakit Tanaman Unibraw, Toto Himawan, karena populasi pemangsa alami mereka, sejenis tawon, berkurang akibat terkena hujan hampir sepanjang tahun ini mengakibatkan populasi ulat bulu tidak terkontrol dan menjadi hama pengganggu. Sejumlah ngengat yang akhirnya menetas menjadi ulat-ulat ini bermigrasi dari wilayah selatan Kabupaten Probolinggo. Terbukti, kecamatan yang terkena serangan ulat bulu ini rata-rata masih berada di wilayah selatan Probolinggo (Kompas.com).
Ancaman penggundulan pohon akibat program pemangkasan dapat saja terjadi dan berimbas pada pendapatan petani. Sejumlah 2.067 pohon di Kecamatan Leces, 3.464 pohon di Kecamatan Tegal Siwalan, 1.640 pohon di Kecamatan Bantaran dan 770 pohon di Kecamatan Sumberasih. Padahal Probolinggo, merupakan salah satu dari lima daerah di Jawa Timur penghasil buah mangga selain Pasuruan, Situbondo, Bondowoso dan Gresik.
Kabupaten Probolinggo merupakan daerah produksi mangga terkemuka di Jawa Timur berupa buah mangga maupun produk hilirnya, seperti keripik dan jus mangga. Pohon mangga jadi sasaran ulat bulu karena memiliki kelembaban yang cocok untuk metamorphosis menjadi kepompong. Ulat bulu ini hanya makan daun mangga manalagi, sedangkan mangga jenis lainnya tidak dimakan seperti mangga arumanis.
Pemandangan di Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo sebagian besar pohon mangganya meranggas tetapi tetap dihinggapi ribuan atau bahkan jutaan ulat bergelantungan. Ketika angin bertiup, ulat bulu yang bergelantungan banyak yang berjatuhan padahal pohon mangga itu sudah gundul akibat daunnya dimakan ulat bulu. Dengan demikian, pemangkasan pohon bukanlah cara jitu menghilangkan ulat bulu malah mendatangkan masalah baru bagi perekonomian masyarakat setempat yang sebagian merupakan petani mangga.
Ragam Ulat Bulu
Dikenal bermacam-macam spesies ulat bulu: ada yang mengandung racun, dan ada yang tidak beracun. Pada jenis ulat bulu beracun, pada sepanjang tubuhnya terdapat sel kelenjar racun yang disalurkan melalui rongga-rongga kecil dalam bulu-bulu ulat. Cara kerja ulat bulu beracun adalah dengan mematahkan bulunya pada kulit manusia untuk menyebarkan racun pada tubuhnya sehingga menyebabkan bentol dan gatal. Sementara ulat bulu yang tidak beracun tidak menyebabkan gatal, kecuali pada seseorang yang alergi terhadap bulu sebagai reaksi tubuh pada makhluk asing.
Ulat bulu adalah binatang yang berbulu dan melata yang biasanya berada pada dedaunan di sekitar taman, ladang atau hutan. Dibalik bulunya yang lembut terkandung bahaya yang dapat menyebabkan kulit menjadi kemerah-merahan, bentol hingga gatal-gatal. Lambat laun dapat menyebabkan sakit bengkak pada kulit, bila tidak dilakukan pengobatan secara dini.
Meski demikian, tidak semua ulat bulu dapat menyebabkan gatal apabila menempel pada tubuh manusia. Bulu-bulu pada ulat bulu akan lepas, nanti apabila ulat tersebut merasa terancam. Ulat bulu yang terancam akan melepaskan bulu-bulunya, demikian pula sebaliknya bila tidak terancam tidak akan melepaskan bulunya yang dapat menimbulkan gatal. Bulu bagi ulat bulu adalah senjata perlindungan bagi dirinya bila ada serangan dari luar.
Ulat bulu yang mengenai kulit manusia dapat menyebabkan kulit sakit gatal-gatal, bentol-bentol, dan kemerah-merahan. Ketika menghinggapi kulit, ulat bulu akan mengeluarkan zat asam semut, suatu jenis asam keras yang dapat menyebabkan kulit manusia melepuh. Untuk melawan zat asam yang masuk melalui kulit, darah membanjiri tempat hinggapnya ulat bulu pada kulit untuk menetralisir asam semut. Akibat pertambahan darah yang mengalir, ujung urat syaraf tidak tahan sehingga menyebabkan kulit gatal.
Sakit Gatal-Gatal
Berdasarkan penelitian entomologis pada Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga Surabaya yang mengambil sampel ulat bulu dari Probolinggo, adalah jenis ulat yang biasa dan tidak berbahaya. Ulat bulu tersebut selanjutnya akan menjadi kupu-kupu. Akibat cuaca tidak menentu pertumbuhan menjadi kupu-kupu terlambat. Dalam jangka pendek, penanganan ulat bulu bisa dengan penyemprotan insektisida dan pestisida. Namun dalam jangka panjang, penyemprotan insektisida dan pestisida bisa merusak lingkungan dan kesehatan warga disekitarnya.
Serangan ulat bulu tidak menyebabkan kematian, tapi bisa menyebabkan kesakitan, seperti sakit gatal. Jumlah warga Probolinggo yang mengalami gatal-gatal karena terkena ulat bulu tidak terdata. Media mengabarkan, sejumlah keluarga pun mengungsikan bayinya ke daerah lain yang aman dari serangan ulat bulu. Demikian pula dengan jumlah kerugian secara ekonomi petani mangga akibat serangan hama ulat bulu. Termasuk pula kerugian immaterial karena sejumlah sekolah yang terpaksa diliburkan untuk menghindarkan siswa terkena serangan ulat bulu.
Secara tradisional, masyarakat mengobati bagian kulit yang gatal terkena ulat bulu dengan bedak, abu tungku dapur, dan air garam. Untuk menangkal ulat bulu agar tidak masuk ke rumah dengan mengolesi oli pada bagian teras rumah. Beberapa kasus dilakukan dengan pembakaran atau pengasapan serta penyemprotan insektisida dari pemerintah.
Cara tradisional lainnya dalam menyembuhkan gatal-gatal akibat ulat bulu dengan ramuan kunyit dan kapur sirih yang sudah diparut. Ramuan tersebut terlebih dahulu dipanaskan lalu didinginkan, kemudian dibalurkan pada bagian yang gatal secara merata. Membutuhkan beberapa saat untuk menghilangkan rasa gatal dengan ramuan ini. Penanganan kulit gatal dengan bedak dapat dipahami karena zat asam semut yang dipancarkan dari ulat bulu dapat dinetralisir dengan zat kapur. Bedak mengandung zat kapur, utamanya bedak bayi (baby talk).
Sementara penderita alergi ulat bulu, sekalipun kulitnya tidak tersentuh ulat bulu sudah merasa gatal-gatal. Perasaan gatal-gatal hanya timbul karena melihat ulat bulu tanpa bersentuhan kulit. Pada seseorang yang alergi terhadap ulat bulu kadang penyembuhannya dengan melalui sugesti berpikir positif.
Didalam ulat bulu terdapat zat beracun atau senyawa yang disebut protein asing. Senyawa tersebut menyebabkan kulit menjadi merah, bentol dan gatal bila bersentuhan dengan permukaan kulit manusia. Ketika terjadi persentuhan kulit manusia akan di tangkap oleh sel-sel imun dan balik mengeluarkan senyawa yang disebut histamin. Histamin tersebut yang menyebabkan kulit kemerah-merahan, bentol dan gatal. Untuk mengobati kulit yang gatal, maka digunakan obat antihistamin yang bisa didapatkan di pasaran, seperti CTM.

17 April 2011 - Posted by | Uncategorized | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: