Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Pengembangan Sains Islam: Refleksi Milad UMI Makassar

Setiap tanggal 23 Juni, civitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memperingati Milad perguruan tinggi yang didirikan pada tahun 1954. Dalam rentang waktu yang panjang, telah menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta terbesar di Kawasan Timur Indonesia dalam hal kuantitas mahasiswanya. Namun, untuk ukuran kualitas mahasiswa dan alumninya belumlah dapat menduduki posisi terbaik di KTI.

Ukuran kualitas sebuah perguruan tinggi berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan beberapa lembaga internasional seperti Webometrics, JiaTong dan 4ICU. Kampus yang terbaik diukur dari kiprah civitas akademikanya maupun kampus sebagai institusi dalam memberikan kontribusinya ke publik. Kampus-kampus yang sudah cukup mapan dan terkenal relatif memiliki posisi terbaik dalam pemeringkatan perguruan tinggi.

Lembaga 4ICU melakukan pemeringkatan terhadap 10 ribu perguruan tinggi di 200 negara. 4ICU membuat sebuah sistem pemeringkatan perguruan tinggi seperti Webometrics, ataupun JiaTong yang merupakan sistem pemeringkatan popularitas Perguruan Tinggi di dunia Internet. Peringkat popularitas perguruan tinggi didunia maya diukur berdasarkan tiga parameter yaitu Google pagerank, inbound link Yahoo, dan web traffic berdasarkan Alexa. Semakin tinggi tingkat kekayaan produk akademik dan kontribusi dari perguruan tinggi tersebut akan semakin banyak orang mengakses sebuah situs perguruan tinggi di dunia Internet.

Data yang dilansir 4ICU edisi Juli 2010, UMI Makassar masih jauh dari daftar 10 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia di dunia maya. UMI masih berada jauh dibawah perguruan tinggi swasta yang berada diperingkat kelima dari daftar 10 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia di dunia maya yakni Universitas Gunadarma yang menempati urutan kelima. Sebelumnya, pada Januari 2010 Universitas Gunadarma hanya menduduki urutan kesembilan. Hanya ada dua perguruan tinggi swasta yang bisa mengimbangi popularitas perguruan tinggi negeri (PTN) seperti ITB, UI, UGM dan Institut Teknologi Sepuluh November yang berada pada urutan pertama hingga keempat yakni Universitas Bina Nusantara (peringkat enam) dan Universitas Kristen Petra (peringkat tujuh). Kemudian tiga perguruan tinggi negeri pada urutan delapan, sembilan dan sepuluh besar yakni Universitas Sebelas Maret, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Negeri Malang.

Pada tahun 2011, pemeringkatan 4ICU memasukkan empat perguruan tinggi di Kota Makassar dalam 151 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang disurveinya. Peringkat UMI masih berada pada urutan ke 126 dari 151 perguruan tinggi di Indonesia diranking oleh 4ICU. Peringkat Universitas Muhammadiyah Makassar masih lebih baik dari UMI dengan berada pada posisi 118. Sementara perguruan tinggi negeri yang berada di Makassar seperti Universitas Hasanuddin berada pada ranking ke 26 dan Universitas Negeri Makassar berada pada ranking ke 47.

Pemeringkatan 4ICU berdasarkan website resmi perguruan tinggi masing-masing. Di Makassar terdapat beberapa perguruan tinggi terbesar dalam jumlah mahasiswa yang tidak masuk pemeringkatan 4ICU adalah UIN Alauddin, Universitas 45, dan Universitas Indonesia Timur. Demikian pula perguruan tinggi swasta yang berada di bawah Kopertis wilayah IX Sulawesi sejumlah 347 perguruan tinggi, hanya dua yang masuk pemeringkatan 4ICU (UMI dan Unismuh).

Bila melakukan pencarian di dunia maya menggunakan mesin pencari google dengan keyword “Universitas Muslim Indonesia”, pada halaman pertama masih berita positif yang ditampilkan website resmi perguruan tinggi swasta tertua di KTI tersebut dan beberapa situs lainnya. Namun berbeda dengan halaman kedua google, ada satu berita negatif tentang tawuran mahasiswa yang diberitakan Tribun Timur. Demikian pula pada halaman lima, ada tiga berita negatif tentang UMI dari liputan6.com SCTV, kaskus dan hileud.com. Namun secara keseluruhan, berita positif tentang UMI lebih mendominasi pada halaman satu hingga lima di situs Google sebagai mesin pencari nomor satu didunia.

Basis Keilmuan

Sebagai perguruan tinggi swasta yang berbasis agama, UMI Makassar dapat memperkuat basis keilmuan peserta didiknya dengan kemampuan sains Islam. Apalagi pimpinan Kampus UMI sejak kepemimpinan Prof Dr. Abdurrahman Basalamah (alm) telah menanamkan dasar-dasar penciptaan kampus Islami pada kampus UMI Makassar. Islamisasi kampus UMI berpusat pada tiga hal dilandasi semangat kebangsaan dan ke-UMI-an yakni Islamisasi kelembagaan, Islamisasi kondisi lingkungan dan Islamisasi proses belajar/kuliah.

Untuk memperkuat basis sains Islam, memerlukan kajian sejarah pengemban sains Islam pada masa-masa emas kebangkitan Islam pada beberapa abad sebelumnya. Salah satu buku yang dapat menjadi referensi adalah buku yang ditulis Dr Ing Fahmi Amhar yang menulis kisah-kisah penelitian dan pengembangan sains dan teknologi pada masa peradaban Islam dengan judul “TSQ Stories”.

Dalam bidang matematika, tersebutlah nama Al-Khawarizmi (780-850 M). Beliau memberikan kontribusi besar pada ilmu aljabar melalui bukunya “Kitab al-jabar wa al-muqabalah” yang mengulas pertama kali tentang dasar-dasar al jabar yang namanya hingga kini masih digunakan pada dunia ilmu komputer dengan nama “algoritma”. Al-Khawarizmi juga memperkenalkan system persepuluhan dengan menggunakan angka Arab. Awal ketertarikan Al-Khawarizmi menekuni aljabar dilandasi oleh sistem pembagian waris dalam Islam yang tergolong rumit. Sebagai agama yang menjunjung tinggi keadilan, termasuk didalam rumah tangga, pembagian hak waris dalam Islam harus adil sehingga pembagiannya harus dihitung secara rinci.

Pada bidang ilmu astronomi, terdapat nama-nama ilmuan muslim dalam sejarah seperti al-Biruni, al-Battani, Ibnu Rusyid, al-Balkhi, al-Sijzi, al-Qazwini dan al-Shirazi. Mereka berhasil mengoreksi pemikiran Ptolomeus yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta (geosentris) dalam model astronominya. Al-Biruni menyumbangkan teorinya tentang galaksi bimasakti sebagai kumpulan dari gugusan bintang yang berdiri sendiri yang pergerakannya lepas dari bumi atau matahari.

Dalam bidang ilmu fisika, salah satu nama yang terkenal adalah Ibn al Haytsam (al-Hazen) yang telah menerbitkan bukunya pada tahun 1021. Ibn al Haytsam dikenal sebagai pioneer optika modern dengan pemikiran bahwa proses melihat adalah jatuhnya cahaya ke mata. Al Haytsam juga berhasil menunjukkan berbagai cara untuk membuat teropong dan kamera sederhana (camera obscura). Penemuan al Haytsam (eksperimen optiknya) itu didapatkan ketika berada dalam rumah tahanan akibat gagal memenuhi tugas seorang amir Mesir untuk membendung Sungai Nil. Dari penemuannya itu, al Haytsam baru dilepas oleh sang amir karena dianggap setara dengan investasi yang dikeluarkan sang amir.

Dalam bidang aeronautika, ada satu nama yang terkenal yakni Ibnu Firnas. Sejarawan Philip K Hitti dalam bukunya History of the Arabs mencatat namanya sebagai penemu pertama dalam bidang ini. Pada tahun 875 M, Ibnu Firdas melakukan percobaan terbangnya sejenis ornithopter di Cordoba. Ornithopter adalah alat terbang yang menggunakan prinsip kepakan saya seperti pada burung, kelelawar atau serangga. Kini namanya diabadikan di Sevilla, Spanyol pada sebuah jembatan besar dengan nama Abbas ibnu Firdas Bridge. Demikian pula di Irak, namanya diabadikan pada sebuah lapangan terbang di Bagdad Utara bernama Ibnu Firdas Airport.

Dibidang kesehatan dan kedokteran, dalam sejarah Islam dikenal beberapa tokoh penemu. Ibnu Sina (980-1037 M) atau dikenal di Barat dengan nama Avicenna adalah tokoh yang paling terkemuka atas karya monumentalnya “Qanun fit Al-Thib” (The Canon of Medicine), sebuah ensiklopedia pengobatan (pharmacopedia) yang berisi satu juta kata. Ibnu Sina memberi sumbangan pada Bakteriologi yakni Ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri. Ibnu Sina juga digelari Bapak Kedokteran Modern atas rekomendasinya pada tujuh aturan dasar dalam uji klinis atas suatu obat. Selama dua abad (Abad ke-15 dan Abad ke-16) karya tersebut dicetak ulang sebanyak 35 kali dan menjadi rujukan kedokteran Eropa dan dunia hingga abad ke-18.

Kajian singkat sejarah penemuan ilmuan Muslim diberbagai bidang ilmu pengetahuan diuraikan diatas dengan harapan dapat menjadi pelecut semangat para civitas akademika Universitas Muslim Indonesia untuk bangkit dan aktif melakukan riset-riset ilmiah dan menelorkan hasil-hasil riset yang dapat berguna bagi umat dan bangsa Indonesia, serta menghasilkan karya-karya ilmiah lainnya yang membuat nama UMI makin dikenal luas di dunia luar oleh karena prestasinya, dan bukannya dikenal karena hal-hal negatif tentangnya. Selamat Milad UMI Makassar yang ke-57!

Iklan

27 Juni 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Senyum, Kunci Hidup Sehat Dan Bahagia

Benarkah senyum itu sehat dan menyehatkan? Senyum merupakan terapi mental dan kejiwaan. Sekalipun terlilit dalam kesedihan dan kesusahan, apabila tersenyum akan dapat terlepas dari tekanan psikis dan jiwapun menjadi sehat. Senyum mendorong diri untuk keluar dari tekanan psikis dan mengobati mental. Senyum merupakan kunci dari segala kebaikan dan penutup dari segala kejahatan.
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu hanya sekadar untuk menemui saudaramu dengan wajah ceria”(HR. Muslim). Hadits ini menyiratkan bahwa wajah ceria adalah wajah yang selalu tersenyum. Dengan tersenyum, wajah nampak ceria tanda kebesaran jiwa dan kelapangan hati. Keceriaan wajah mengesankan ekspresi simpatik dan menyenangkan kepada siapa saja. Suasana hangat, akrab dan penuh keharmonisan akan terbangun dengan wajah ceria sambil tersenyum.
Menurut David Song, MD, FACS., ahli bedah plastik Universitas Chicago Hospital, saat tersenyum, otot mata mengerut, dua otot sudut bibir tertarik, otot di sekitar hidung juga, dua otot disudut mulut bergerak naik, dan dua otot lagi membuat bibir melebar. Kalau dihitung, ada 12 otot wajah yang bergerak saat seseorang tersenyum. Saat merengut, otot yang bergerak hanya sebelas. Sementara senyuman palsu hanya menggerakan dua otot yaitu di sudut bibir.
Senyum itu memiliki kekuatan penyembuh dan pengobat rasa sakit. Terapi senyum dapat menjadi pengobat bagi diri sendiri dan penyemangat bagi orang lain. Kebiasaan tersenyum dapat wajah lebih menyenangkan dan menghangatkan bagi orang-orang disekeliling. Berlatih senyum memerlukan waktu dan pembiasaan dengan filosofi tertentu.
Seorang bayi menandakan ia sehat ketika tersenyum. Sekalipun bayi belum bisa berbicara dan mengutarakan perasaannya, senyum bayi adalah tanda kesenangan dan kebahagiaannya. Meski senyum bayi mengandung ribuan makna yang membutuhkan waktu untuk memahami maknanya. Sebaliknya bayi yang kehilangan senyum, pertanda ada masalah yang tidak mengenakkan pada tubuhnya atau perasaannya. Apalagi bila bayi menangis sebagai pertanda ketidaknyamanan yang dialaminya.
Benarkah senyum itu bahagia dan membahagiakan? Konon, perempuan lebih bahagia daripada lelaki karena perempuan akan tersenyum dalam kondisi apapun, sekalipun kondisi cemas dan tidak menyenangkan. Mengapa? Karena perempuan akan senantiasa kelihatan cantik apabila selalu tersenyum. Kecantikan seorang perempuan adalah kebahagiaan dan cermin jiwa kewanitaan yang sempurna. Kekalutan dan kegelisahan akan segera berlalu bila wajah tersenyum.
Senyum menebarkan kebahagiaan dan keceriaan di sekeliling kita. Wajah terlihat semakin tampak bersinar dan indah dipandang bila senyum melekat dibibir. Senyuman adalah kunci kebahagiaan hati dan juga simbol cinta dan kasih sayang. Senyum menjadikan seseorang memiliki jati diri sebagai seorang berkepribadian yang baik. Sebaliknya wajah tanpa senyum akan terlihat suram dan kusam sehingga menampakkan jati diri yang berkepribadian jelek. Senyum yang ikhlas merupakan cerminan hati yang bahagia.
Psikolog Tika Bisono mengemukakan bahwa senyum termasuk proses penting bagaimana seseorang itu mampu menerima kehidupannya. Berawal dari senyum semua hal akan terasa lebih ringan, sebab senyum dapat menstimuli seseorang berpikiran positif dan menghadirkan sikap yang lebih tulus dalam mengerjakan sesuatu. Kemampuan tersenyum itu juga terkait dengan kadar kematangan seseorang dalam menyikapi problema kehidupan. Ketidakmampuan seseorang menerima keadaan dan selalu berpikir negatif merupakan faktor penyebab susah tersenyum.
Benarkah senyum itu sedekah? Sering kita mendengar Hadits “Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzy). Sebenarnya selengkapnya hadits tersebut adalah: Dari Abu Dzarr radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah” (HR. At-Tirmizi no. 1956 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 517).
Senyum tidak membuat kita kehilangan harta karena tidak mengeluarkan rupiah, dollar atau dirham. Bahkan senyum dapat mendatangkan uang. Hampir semua perusahaan mengharuskan pegawainya yang berhubungan langsung dengan masyarakat atau pelanggannya diharuskan untuk selalu tersenyum. Senyum dari staf marketing atau pelayan masyarakat lainnya akan memuaskan pelanggan atau konsumennya serta menciptakan sebuah kesuksesan. Sebuah pengalaman dari perusahaan di Paris, Perancis memiliki pekerja yang sedang menuntut kenaikan gaji. Para pekerja itu sepakat untuk melakukan mogok senyum kepada para pelanggan sebagai reaksi dari sikap pemilik perusahaan. Aksi ini telah menimbulkan turunnya pemasukan perusahaan pada minggu pertama sebesar 60% dari penghasilan minggu-minggu sebelumnya.
Seorang psikolog di Universitas Michigan bernama Prof. James V. McConnell mengatakan bahwa, “Orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar, dan menjual dengan lebih efektif, serta mampu membesarkan anak-anak yang lebih bahagia. Ada jauh lebih banyak informasi tentang senyuman daripada sebuah kerut di kening. Karena senyum itulah yang mendorong semangat, alat pengajar yang jauh lebih efektif daripada hukuman.”
Benarkah senyum itu menarik simpati? Seseorang yang selalu tersenyum menyebabkan orang-orang yang berada di sekitarnya menjadi nyaman dan damai. Kedamaian dan kenyamanan menarik simpati orang-orang disekeling kita. Ketika senyum hilang dari wajah kita, maka lingkungan menjadi tidak nyaman meski sebenarnya tidak ada masalah dilingkungan itu. Dengan tersenyum, maka dapat menyelesaikan masalah sekalipun terdapat penghalang besar sebesar tembok raksasa Cina. Kekuatan senyum diibaratkan mampu mengalahkan kekuatan bom atom atau bom nuklir sekali pun.
Senyum membuat wajah kelihatan cantik dan gagah. Walau wajah tidak gagah atau cantik, dengan ekspresi tersenyum seseorang akan kelihatan gagah dan cantik. Kecerahan dan keceriaan wajah oleh senyum adalah aktualisasi perasaan kecantikan dan kegagahan seseorang. Senyum juga membuat suasana beku menjadi mencair, suasana cemas menjadi hangat, suasana ragu-ragu menjadi harmonis.
Senyum merupakan perkara sederhana tapi butuh pembiasaan. Senyum itu mudah dan murah namun kadang terasa sulit karena deraan masalah duniawi berupa permasalahan hidup yang kompleks. Sikap mental positif akan mampu menghadapi tekanan permasalahan hidup. Sikap mental yang positif juga mampu menghasilkan senyum yang tulus dari hati terbuka. Senyum yang tulus dari hati dan perasaan akan memancarkan kehangatan dan kepercayaan diri.
Agar senyum menjadi sebuah kekuatan, ingatan kita selalu dilekatkan pada senyum orang-orang terkasih seperti ayah, ibu, istri, suami, anak-anak atau orang-orang terdekat lainnya. Senyumpun harus dilakukan dengan ketulusan hati, bukan senyum palsu atau senyum kepura-puraan. Kekuatan senyum bisa dimulai dari pagi hari ketika bangun tidur, maka akan terasa energy positif sepanjang hari. Senyuman adalah kekuatan yang mengalirkan energi positif bagi siapa saja yang menyadarinya. Banyak cerita seputar the power of smile yang memiliki kekuatan yang bisa merubah suasana hati dan emosi. Senyum memiliki kekuatan universal untuk menimbulkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Tips untuk menghadirkan senyum diwajah ketika hati sedang dirundung sedih dan gundah adalah latihan pernafasan. Latihan ini dengan tujuan untuk melancarkan peredaran darah sebagai penghambat tekanan batin (stress). Pertama adalah menarik napas dan menahannya sekitar sepuluh detik kemudian menghembuskannya kembali. Kedua, mengatur pikiran dengan sikap ikhlas. Ketiga berserah diri dan memasrahkan diri pada Sang Pencipta dengan berdoa.

27 Juni 2011 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar