Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Senyum, Kunci Hidup Sehat Dan Bahagia

Benarkah senyum itu sehat dan menyehatkan? Senyum merupakan terapi mental dan kejiwaan. Sekalipun terlilit dalam kesedihan dan kesusahan, apabila tersenyum akan dapat terlepas dari tekanan psikis dan jiwapun menjadi sehat. Senyum mendorong diri untuk keluar dari tekanan psikis dan mengobati mental. Senyum merupakan kunci dari segala kebaikan dan penutup dari segala kejahatan.
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah engkau sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu hanya sekadar untuk menemui saudaramu dengan wajah ceria”(HR. Muslim). Hadits ini menyiratkan bahwa wajah ceria adalah wajah yang selalu tersenyum. Dengan tersenyum, wajah nampak ceria tanda kebesaran jiwa dan kelapangan hati. Keceriaan wajah mengesankan ekspresi simpatik dan menyenangkan kepada siapa saja. Suasana hangat, akrab dan penuh keharmonisan akan terbangun dengan wajah ceria sambil tersenyum.
Menurut David Song, MD, FACS., ahli bedah plastik Universitas Chicago Hospital, saat tersenyum, otot mata mengerut, dua otot sudut bibir tertarik, otot di sekitar hidung juga, dua otot disudut mulut bergerak naik, dan dua otot lagi membuat bibir melebar. Kalau dihitung, ada 12 otot wajah yang bergerak saat seseorang tersenyum. Saat merengut, otot yang bergerak hanya sebelas. Sementara senyuman palsu hanya menggerakan dua otot yaitu di sudut bibir.
Senyum itu memiliki kekuatan penyembuh dan pengobat rasa sakit. Terapi senyum dapat menjadi pengobat bagi diri sendiri dan penyemangat bagi orang lain. Kebiasaan tersenyum dapat wajah lebih menyenangkan dan menghangatkan bagi orang-orang disekeliling. Berlatih senyum memerlukan waktu dan pembiasaan dengan filosofi tertentu.
Seorang bayi menandakan ia sehat ketika tersenyum. Sekalipun bayi belum bisa berbicara dan mengutarakan perasaannya, senyum bayi adalah tanda kesenangan dan kebahagiaannya. Meski senyum bayi mengandung ribuan makna yang membutuhkan waktu untuk memahami maknanya. Sebaliknya bayi yang kehilangan senyum, pertanda ada masalah yang tidak mengenakkan pada tubuhnya atau perasaannya. Apalagi bila bayi menangis sebagai pertanda ketidaknyamanan yang dialaminya.
Benarkah senyum itu bahagia dan membahagiakan? Konon, perempuan lebih bahagia daripada lelaki karena perempuan akan tersenyum dalam kondisi apapun, sekalipun kondisi cemas dan tidak menyenangkan. Mengapa? Karena perempuan akan senantiasa kelihatan cantik apabila selalu tersenyum. Kecantikan seorang perempuan adalah kebahagiaan dan cermin jiwa kewanitaan yang sempurna. Kekalutan dan kegelisahan akan segera berlalu bila wajah tersenyum.
Senyum menebarkan kebahagiaan dan keceriaan di sekeliling kita. Wajah terlihat semakin tampak bersinar dan indah dipandang bila senyum melekat dibibir. Senyuman adalah kunci kebahagiaan hati dan juga simbol cinta dan kasih sayang. Senyum menjadikan seseorang memiliki jati diri sebagai seorang berkepribadian yang baik. Sebaliknya wajah tanpa senyum akan terlihat suram dan kusam sehingga menampakkan jati diri yang berkepribadian jelek. Senyum yang ikhlas merupakan cerminan hati yang bahagia.
Psikolog Tika Bisono mengemukakan bahwa senyum termasuk proses penting bagaimana seseorang itu mampu menerima kehidupannya. Berawal dari senyum semua hal akan terasa lebih ringan, sebab senyum dapat menstimuli seseorang berpikiran positif dan menghadirkan sikap yang lebih tulus dalam mengerjakan sesuatu. Kemampuan tersenyum itu juga terkait dengan kadar kematangan seseorang dalam menyikapi problema kehidupan. Ketidakmampuan seseorang menerima keadaan dan selalu berpikir negatif merupakan faktor penyebab susah tersenyum.
Benarkah senyum itu sedekah? Sering kita mendengar Hadits “Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzy). Sebenarnya selengkapnya hadits tersebut adalah: Dari Abu Dzarr radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah” (HR. At-Tirmizi no. 1956 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 517).
Senyum tidak membuat kita kehilangan harta karena tidak mengeluarkan rupiah, dollar atau dirham. Bahkan senyum dapat mendatangkan uang. Hampir semua perusahaan mengharuskan pegawainya yang berhubungan langsung dengan masyarakat atau pelanggannya diharuskan untuk selalu tersenyum. Senyum dari staf marketing atau pelayan masyarakat lainnya akan memuaskan pelanggan atau konsumennya serta menciptakan sebuah kesuksesan. Sebuah pengalaman dari perusahaan di Paris, Perancis memiliki pekerja yang sedang menuntut kenaikan gaji. Para pekerja itu sepakat untuk melakukan mogok senyum kepada para pelanggan sebagai reaksi dari sikap pemilik perusahaan. Aksi ini telah menimbulkan turunnya pemasukan perusahaan pada minggu pertama sebesar 60% dari penghasilan minggu-minggu sebelumnya.
Seorang psikolog di Universitas Michigan bernama Prof. James V. McConnell mengatakan bahwa, “Orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar, dan menjual dengan lebih efektif, serta mampu membesarkan anak-anak yang lebih bahagia. Ada jauh lebih banyak informasi tentang senyuman daripada sebuah kerut di kening. Karena senyum itulah yang mendorong semangat, alat pengajar yang jauh lebih efektif daripada hukuman.”
Benarkah senyum itu menarik simpati? Seseorang yang selalu tersenyum menyebabkan orang-orang yang berada di sekitarnya menjadi nyaman dan damai. Kedamaian dan kenyamanan menarik simpati orang-orang disekeling kita. Ketika senyum hilang dari wajah kita, maka lingkungan menjadi tidak nyaman meski sebenarnya tidak ada masalah dilingkungan itu. Dengan tersenyum, maka dapat menyelesaikan masalah sekalipun terdapat penghalang besar sebesar tembok raksasa Cina. Kekuatan senyum diibaratkan mampu mengalahkan kekuatan bom atom atau bom nuklir sekali pun.
Senyum membuat wajah kelihatan cantik dan gagah. Walau wajah tidak gagah atau cantik, dengan ekspresi tersenyum seseorang akan kelihatan gagah dan cantik. Kecerahan dan keceriaan wajah oleh senyum adalah aktualisasi perasaan kecantikan dan kegagahan seseorang. Senyum juga membuat suasana beku menjadi mencair, suasana cemas menjadi hangat, suasana ragu-ragu menjadi harmonis.
Senyum merupakan perkara sederhana tapi butuh pembiasaan. Senyum itu mudah dan murah namun kadang terasa sulit karena deraan masalah duniawi berupa permasalahan hidup yang kompleks. Sikap mental positif akan mampu menghadapi tekanan permasalahan hidup. Sikap mental yang positif juga mampu menghasilkan senyum yang tulus dari hati terbuka. Senyum yang tulus dari hati dan perasaan akan memancarkan kehangatan dan kepercayaan diri.
Agar senyum menjadi sebuah kekuatan, ingatan kita selalu dilekatkan pada senyum orang-orang terkasih seperti ayah, ibu, istri, suami, anak-anak atau orang-orang terdekat lainnya. Senyumpun harus dilakukan dengan ketulusan hati, bukan senyum palsu atau senyum kepura-puraan. Kekuatan senyum bisa dimulai dari pagi hari ketika bangun tidur, maka akan terasa energy positif sepanjang hari. Senyuman adalah kekuatan yang mengalirkan energi positif bagi siapa saja yang menyadarinya. Banyak cerita seputar the power of smile yang memiliki kekuatan yang bisa merubah suasana hati dan emosi. Senyum memiliki kekuatan universal untuk menimbulkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Tips untuk menghadirkan senyum diwajah ketika hati sedang dirundung sedih dan gundah adalah latihan pernafasan. Latihan ini dengan tujuan untuk melancarkan peredaran darah sebagai penghambat tekanan batin (stress). Pertama adalah menarik napas dan menahannya sekitar sepuluh detik kemudian menghembuskannya kembali. Kedua, mengatur pikiran dengan sikap ikhlas. Ketiga berserah diri dan memasrahkan diri pada Sang Pencipta dengan berdoa.

27 Juni 2011 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. Bagus…🙂
    bermanfaat sekali🙂
    makasih yaa

    Komentar oleh Zahra Zannah Rodiyah | 25 Oktober 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: