Blog Yanti Gobel

Ilmu dan Amal Padu Mengabdi

Bahaya Laten Zat Cathinone

Perbincangan tentang cathinone atau dalam bahasa Indonesia Katinona menjadi hangat sejak ditemukannya zat adiktif turunan dari cathinone yakni Methilone dirumah artis Raffi Ahmad pada 27 Januari 2013 lalu. Jenis cathinone yang ditemukan pada presenter acara musik salah satu stasiun TV swasta itu berupa methylenedioxy methcathinone atau disingkat methylone (M1). Methylone adalah turunan dari cathinone yang populer di Eropa dan Afrika telah dipatenkan pada tahun 1996.

Selang beberapa hari kemudian, ditemukan tempat budidaya tanaman ghat/khat di Kampung Pasir Tugu Selatan, Cisarua, Kawasan Puncak (5/2/13) seluas 300 hektar. Tanaman ghat/khat yang berwarna merah untuk dijual pada Orang Arab sering dikonsumsi sebagai lalapan. Penemuan tanaman yang sama juga di Dusun Munggangsari, Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden Banyumas Jawa Tengah dengan luas lahan 2.100 meter persegi. Tanaman tersebut hanya untuk diminum, bukan untuk di ekstrak sehingga polisi memproses secara non justicia.

Tanaman Semak

Pada tanaman ghat/khat, terdapat candu zat cathinone yang dapat mengakibatkan kematian. Zat cathinone berasal dari ekstrak pohon ghat/khat (Catha edulis). Tanaman ini banyak tumbuh subur di Semenanjung Arab dan Afrika. Bagi masyarakat setempat, mengonsumsi daun ghat/khat sudah merupakan kebiasaan sejak ribuan tahun lalu. Kini cathinone dimasukkan sebagai jenis narkoba golongan I.

Tanaman khat (Catha edulis) tergolong tumbuhan semak belukar. Secara tradisional, tanaman khat dikonsumsi dalam bentuk minuman seperti diseduh atau dijadikan bahan rokok. Sari zat cathinone didalam tanaman khat merupakan zak alkaloid aktif tetapi bukan derivat atau turunan dari kelompok zat amfetamin. Meski bukan turunan zat amfetamin, efek yang ditimbulkannya terhadap manusia yang mengkonsumsinya sama dengan amfetamin yakni stimulan.

Ada dua cara mendapatkan cathinone yakni cara sintetik dan non sintetik (alami). Secara sintetik biasanya berbentuk serbuk kristal putih atau kecoklatan. Sebaliknya secara non sintetik didapatkan melalui tumbuhan khat yang banyak tumbuh di jazirah Arab dan Afrika Timur dan Tengah yang kini dikembangkan sejak tahun 2005 di daerah ketinggian di Puncak, Jawa Barat dan Banyumas, Jawa Tengah. Bagi pengguna secara alami, tanaman khat dapat dikunyah, dibuat jus atau diseduh seperti teh. Karena itu, tanaman ghat/khat sering pula disebut Teh Arab.

Dari Arab dan Afrika, tanaman khat berkembang ke Amerika Serikat dan Eropa Barat. Bentuk yang didistribusikan berupa daun ghat/khat yang kering. Diperkirakan jumlah pemakai diseluruh dunia mencapai lebih dari 20 juta orang. Bagi pengkonsumsi cathinone, akan merasakan suasana tenang dan bahagia. Hal tersebut merupakan efek stimulan dari daun tanaman ghat/khat yang mirip kokain dan amfetamin.

Didalam pasar narkoba, methylone turunan dari cathinone lebih murah dibandingkan harga heroin. Methylone dibuat secara sintetik yang sudah tercampur dengan sejumlah zat lain selain cathinone. Bahan baku dari methylone lebih mahal dari bahan baku heroin. Penjualan methylone biasanya didapatkan melalui pergaulan atau melalui internet.

Cathinone yang beredar di Amerika Serikat dan Eropa Barat dalam bentuk sintetik. Sehingga bagi masyarakat awam yang tidak mengetahuinya, dapat menganggapnya vitamin dari Amerika. Didalam “vitamin Amerika” itu terdapat methilon, derivate (turunan) cathinone yang dapat menambah stamina. Penggunaan yang berlebihan hingga ketergantungan obat sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa seseorang.

Efek Stimulan

Dibalik perasaan gembira dan bahagia, terdapat ancaman maut bagi penggunanya karena senyawa tersebut berdampak buruk bagi kesehatan. Merujuk pada Journal of American Heart, pecandu zat chatinone dapat terkena serangan stroke, gagal jantung hingga akhirnya meninggal dunia. Sebelum meninggal, pecandu akan mengalami rasa gelisah, kehilangan nafsu makan hingga berat badan menurun. Karena efek negatifnya, cathinone beserta turunannya dilarang beredar dan dianggap illegal oleh Undang-Undang Pemberantasan Narkotika di Amerika Serikat dan Eropa.

Pelarangan peredaran cathinone di Amerika Serikat dinyatakan sejak bulan Oktober 2011. Sejak itu, cathinone dianggap barang illegal. Cathinone yang banyak beredar adalah yang dibuat secara sintentik. Peredarannya dikalangan remaja hingga usia dewasa yang memasuki usia kerja. Biasanya dikonsumsi untuk tujuan pembangkit semangat di tempat kerja.

Cathinone yang dibuat secara sintetik menghasilkan methylone, methylenedioxypyrovalerone dan mephedrone. Bentuk sintetik ini diperdagangkan karena memiliki efek stimulan seperti peningkatan mood, hiperaktif, penghilang rasa lelah, perasaan senang hingga euforia. Efek stimulan zat cathinone juga berpengaruh pada peningkatan kapasitas dalam bekerja hingga peningkatan dorongan hasrat seksual.

Konsumsi zat cathinone secara terus menerus memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Secara jangka pendek, dapat menimbulkan rasa cemas, insomnia dan kehilangan nafsu makan. Sedangkan efek jangka panjang dapat menimbulkan perubahan tingkat emosi, perasaan bingung, mimpi buruk hingga pikiran untuk bunuh diri. Pada tingkat penyalahgunaan yang sudah parah berujung pada risiko kematian.

Bagi pecandu cathinone dirasakan efek halusinogenik baik halusinasi visual maupun auditorik. Karena cathinone menimbulkan ketergantungan, efeknya pada perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain serta dapat berdampak pada depresi berkepanjangan, rasa panik berkepanjangan dan paranoid berat. Ini adalah bentuk-bentuk intoksikasi dari zat cathinone pada tanaman ghat/khat.

Peredaran cathinone belum populer di Indonesia dan Asia Tenggara sehingga tidak terdapat dalam lampiran Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Meski demikian, cathinone jenis methylone yang ditemukan di rumah artis Raffi Ahmad bukanlah jenis baru dalam dunia narkotika karena telah dipatenkan sejak tahun 1996. Diperkirakan derivat cathinone sudah lama beredar luas di Indonesia karena telah ditemukan barang yang sama oleh Polres Samarinda.

Dalam dunia kesehatan, zat cathinone digunakan sebagai obat antidepresi bagi pasien. Derivat zat cathinone sama buruknya dengan jenis psikotropika lainnya. Namun dikalangan pengedar narkotika, cathinone disalahgunakan untuk tujuan mencari kesenangan dan mengabaikan efek negatif yang ditimbulkannya. Padahal efek dari zat cathinone dapat menyebabkan gangguan jiwa berat hingga risiko kematian.

Karena itu, di rumah sakit jiwa khususnya pada instalasi kesehatan jiwa anak dan remaja diperlukan layanan bagi korban penyalahgunaan narkoba. Apalagi penemuan narkoba jenis baru seperti methylone derivat dari cathinone belum banyak diketahui masyarakat luas sehingga mereka cenderung menganggapnya hanya sebagai tanaman biasa yang bisa digunakan untuk meningkatkan stamina.

18 Februari 2013 - Posted by | Uncategorized | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: